Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Membangun Ekonomi Kerakyatan Dengan Pengembangan UKM
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!


Oleh:
ARDA DINATA


Sesungguhnya perekonomian nasional yang berdasarkan dan berorentasi kerakyatan merupakan derivat dari paham kebangsaan dan kerakyatan. Cita-cita para pendiri bangsa Indonesia pun, sesungguhnya juga menghendaki sektor ekonomi rakyat menjadi soko-guru ekonomi nasional. Namun, nyatanya, sistem ini telah banyak ‘terselewengkan’. Inilah yang harus segera kita benahi.

Menurut Sri-Edi Swasono (1999), ekonomi rakyat adalah sektor ekonomi yang berisi kegiatan-kegiatan usaha ekonomi rakyat. Sedangkan perekonomian rakyat adalah sistem ekonomi dimana rakyat dan usaha-usaha ekonomi rakyat berperan integral dalam perekonomian nasional. Dimana produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat, berdasarkan pada pakem bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat.

Konsep tersebut, saat ini sedikit-banyak telah mengalami penyimpangan. Buktinya peran negara masih memegang kendali utama dalam penentuan kebijakan ekonomi. Sehingga akibat peran yang amat besar itulah, menurut Amartya Zen (2001), yang menyebabkan logika pasar terlampaui. Dampaknya rakyat menjadi termiskinkan akibat kebijakan sepihak negara yang kurang peka terhadap kebutuhan rakyat yang sesungguhnya, seperti dengan adanya kenaikan BBM, tarif listrik, dan tarif telefon.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia saat ini merindukan sosok pemimpin bangsa yang mampu mengelola perekonomian nasional yang berkepihakan kepada rakyat. Tatanan ekonomi harus diatur sedemikian rupa, sehingga seluruh manusia memperoleh hak milik secara wajar dan menikmatinya dengan tanpa melupakan Allah sebagai pemberi rizki tersebut.

Di sini, tentu para pelaku ekonomi harus memperhatikan tujuan pokok ekonomi yang sesuai dengan pandangan islam, yaitu mengutamakan prinsip-prinsip ketuhanan, memperjuangkan kebutuhan hidup duniawi tanpa meninggalkan keselamatan ukhrawi, dan menciptakan kesejahteraan sosial. Apabila ketiga tujuan ini telah membumi pada gerak langkah ekonomi di Indonesia, maka harmonisasi di lapangan produksi, distribusi, dan konsumsi akan terwujud. Dan sesungguhnya inilah yang didambakan dalam dunia ekonomi sekarang, ditengah-tengah kebobrokan sistem ekonomi kapitalisme dan komunisme.

* *

Berbicara masalah ekonomi kerakyatan, maka kita tidak terlepas dari usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk koperasi. Inilah contoh konkret dari ekonomi kerakyatan yang tersebar di tanah air Indonesia. Namun sayang, selama ini keberadaan UKM yang notabene sebagai ekonomi kerakyatan termarjinalkan. Padahal, kita tahu bahwa UKM mencapai proporsi mayoritas dari 93 persen pelaku ekonomi di republik ini.

Menyikapi kenyataan itu, setidaknya patut kita renungkan apa yang dikatakan James P Grant tentang pentingnya development from below, yakni bahwa pembangunan haruslah mampu merangsang inisiatif yang tumbuh dari bawah, pentingnya mengartikulasikan sistem-sistem lokal dan pemerintah cukuplah sebagai fasilitator.

Senada dengan Grant, Edgar Owens dan Robert Shaw dalam development reconsidered menggarisbawahi pentingnya menghindari strategi pembangunan yang mengandalkan “efek perembesan ke bawah” lewat pembesaran kue GNP, tapi lebih menekan pentingnya pembangunan yang menyerang langsung problem kemiskinan negara yang sedang berkembang (NSB), terutama dalam kerangka pemanfaatan utang luar negerinya.

Sementara itu, Dr. Mohammad Hatta, telah jauh-jauh hari lebih yakin ketika menyusun UUD’45 merumuskan pentingnya ekonomi Indonesia disusun berdasarkan pada azas kekeluargaan. Dimana penjelasan pasal 33, menyebutkan bahwa koperasi sebagai organisasi ekonomi yang cocok serta menjadi soko-guru perekonomian nasional dalam merealisasikan ekonomi yang berdasarkan kekeluargaan tersebut.

Jadi, harusnya dengan potensi UKM yang besar itu, mengutip pendapat Wawan Kokotiasa dan Candra Bagus S (2002), pemerintah hendaknya memberi perioritas pengembangan UKM, tanpa menempatkan UKM sebagai anak emas. Tujuannya agar UKM mempunyai dasar kebijakan yang jelas sebagai aturan main pada lingkungan bisnis di negeri sendiri.

Lebih jauh, diungkapkan Wawan dan Candra, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi agar UKM sebagai basis ekonomi kerakyatan bisa eksis dalam perekonomian nasional. Pertama, diperlukan kemitraan pada koridor dan definisi yang jelas. Pada saat proses kemitraan ini ada proses pembelajaran oleh pengusaha kecil dari para pengusaha besar. Di samping itu, membentuk jalinan kerja sama yang harmonis serta saling menguntungkan kedua belah pihak.

Kedua, perlunya penanganan yang lebih arif dari pemerintah mengenai kredit macet yang diderita oleh UKM. Bagaimanapun, UKM dalam berusaha butuh modal, dan modal yang didapat ada yang berasal dari pinjaman bank, tetapi karena manajemen kurang bagus menyebabkan perputaran uangnya yang tidak stabil, sehingga beban utang UKM menjadi tinggi, yang akhirnya mengalami kesulitan dalam pengembaliannya. Untuk itu, perlu restrukturisasi utang UKM agar usaha yang digelutinya selama ini tidak tenggelam.

Ketiga, pemberian manajemen sederhana bagi UKM. Pendidikan manajemen sederhana harus diberikan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar mampu mengembangkan usahanya dan memasarkan hasil produksinya. Manajemen sederhana ini di antaranya berupa cara penjualan dan administrasi keuangan.

Keempat adalah pengenalan teknologi walaupun sifatnya sederhana, untuk bisa mencoba menjadi profesional pada bidangnya. Dan hal ini harus dilakukan secara bertahap agar mereka tidak minder untuk alih teknologi yang lebih mendukung.

Kelima, diperlukan juga kemampuan asosiasi di antara mereka untuk kepentingan bersama. Karena diduga saat ini banyak UKM yang masih bekerja sendiri-sendiri dan tidak terorganisasi. Akibatnya, usaha mereka tidak berkembang dengan baik, karena segala sesuatunya dikerjakan sendiri mulai dari mempersiapkan produk, mencari pasar, sampai melakukan promosi.

* *

Dalam bahasa lain, menyikapi banyaknya masyarakat yang hidup dalam sektor ekonomi kerakyatan tersebut, maka tidak berlebihan kalau kita perlu membangun perekonomian rakyat secara profesional. Dalam hal ini, Sri-Edi Swasono (1999), menyarankan perlu dibangunnya perekonomian rakyat bukanlah sekedar suatu pemihakan kepada rakyat, tetapi juga merupakan strategi pembangunan yang tepat.

Langkah yang ditawarkannya adalah beruapa: Pertama, mengenai pemihakan. Sebagai pemihakan kepada rakyat, pembangunan perekonomian rakyat merupakan upaya untuk melibatkan rakyat didalam pembangunan ekonomi, merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas rakyat, meningkatkan daya beli rakyat, membuka lapangan kerja bagi rakyat dan menumbuhkan nilai-nilai ekonomi pada sektor ekonomi yang digeluti oleh rakyat. Rakyat harus diberi kesempatan dan kemudahan untuk hidup melalui kegiatan-kegiatan ekonominya sebagai investasi dalam pembangunan nasional.

Kedua, mengenai strategi ekonomi. Disamping merupakan suatu pemihakan, pembangunan perekonomian rakyat mempunyai peran sebagai strategi pembangunan. Sebagai strategi pembangunan menempatkan sektor ekonomi rakyat sebagai soko-guru ekonomi nasional merupakan upaya strategis agar ekonomi nasional tumbuh dan berakar di dalam negeri. Dari sini kita membangun fundamental ekonomi dalam negeri pula. Hanya dengan demikian pula maka perekonomian Indonesia lebih mampu mandiri dan tidak kelewat ringkih dan tergantung pada perekonomian luar negeri.

Akhirnya, dengan membangun ekonomi rakyat dengan pengembangan UKM sebagai soko-guru kegiatan ekonomi nasional, tentu diharapkan akan mendorong terwujudnya kesatuan ekonomi nasional dan konsolidasi perekonomian nasional.


*) Penulis adalah Penggiat Masyarakat Ekonomi Kerakyatan (MEKer) di MIQRA Bandung.

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.
Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca